Showing posts with label Kesehatan Jantung. Show all posts
Showing posts with label Kesehatan Jantung. Show all posts

Sunday, December 23, 2012

Aneka Protein Untuk Kesehatan Jantung

Penyakit jantung tidak hanya terjadi pada saat usia lanjut, kini dapat menyerang Anda di usia berapa pun. Menjaga jantung sama dengan menyelamatkan hidup Anda. Bisa dimulai dengan memperhatikan asupan makanan yang baik dan benar.


Kekuatan jantung memang luar biasa. Setiap harinya, jantung berdenyut 10.000 kali dan sekiranya seumur hidup berdenyut, maka bisa lebih dari dua miliar kali. Untuk mempertahankan proses kerjanya itu, jantung memerlukan oksigen.

Ketika jantung menerima oksigen, bagian kanan jantung akan memompa darah ke paru-paru. Darah yang menerima oksigen ini akan mengalir kembali ke bagian jantung sebelah kiri yang kekuatannya lebih besar dan lebih kuat. Lalu, melalui jantung sebelah kiri, darah akan dialirkan ke seluruh organ tubuh. Setelah organ tubuh menggunakan oksigen yang ada pada darah, darah dialirkan kembali ke jantung sebelah kanan. Proses awal pengaliran darah pun dimulai kembali.

Sekilas, proses kerja jantung terdengar cukup rumit. Bisa Anda bayangkan apabila organ jantung tidak dapat berfungsi, otomatis organ tubuh lainnya tidak akan berfungsi. Belum lagi bahaya penyakit jantung, seperti serangan jantung, gagal jantung, atau komplikasi jantung dan paru-paru.

Guru Besar Pangan dan Gizi Institut Pertanian Bogor, Prof Dr Ir Ali Khomsan menyebutkan bahwa pria rentan terhadap penyakit jantung di usia 40-an karena umumnya pria mengalami obesitas. Sedangkan wanita rentan di usia 50-an karena menopause akibat berkurangnya hormon estrogen, sehingga memicu penyakit jantung.

Namun kali ini, banyak usia produktif yang sudah terkena penyakit jantung. Kesibukan masyarakat kota yang lupa akan pentingnya asupan makanan sehat biasanya memilih makanan siap saji dan lebih mudah stres. Pola hidup yang tidak sehat, seperti makanan berkolesterol tinggi (jeroan babat, usus, hati, dan otak), merokok, atau kurang berolahraga juga bisa memicu penyakit jantung.

Kenali Protein Yang Baik
Melindungi jantung tidaklah sulit, asalkan Anda disiplin mengonsumsi makanan berprotein yang tepat bagi jantung. Fungsi protein menjadi penting karena berperan sebagai zat pertumbuhan untuk mengganti sel-sel yang aus. ”Wanita dewasa membutuhkan sekitar 0,9 g protein / kg berat badannya,” ungkap Ali Khomsan.
Apa saja protein yang dibutuhkan itu? Sumber protein yang terbaik adalah lauk-pauk, seperti daging, telur, ikan, tahu, dan tempe. Bagi seseorang yang mengidap penyakit jantung, sumber protein yang berkhasiat baik adalah tempe. ”Tempe mengandung serat dan juga antioksidan yang bermanfaat untuk pengendalian penyakit jantung,” ungkapnya.

Pemenuhan asupan protein juga perlu diperhatikan. Sayangnya, kebiasaan masyarakat kota cenderung mengonsumsi sumber protein dengan ukuran besar, seperti suka bersantap di restoran cepat saji.

Kebiasaan itulah yang dikhawatirkan dapat menjadi sumber lemak jahat, sehingga memicu obesitas dan berakhir pada penyakit jantung. Oleh karena itu, asupan yang baik seperti lauk-pauk sebaiknya dikonsumsi sebanyak 60 gram setiap kali sarapan pagi, santap siang dan malam.

Menurut penelitian dalam Journal of The American College of Nutrition, orang yang melakukan pola makan dengan sajian 24% protein memiliki tingkat risiko penyakit jantung lebih rendah dibandingkan dengan sajian protein 15% saja.

Sajikan menu Yang Tepat
Meski sudah berusaha mengonsumsi makanan berprotein, belum tentu sajian makanan yang Anda santap sudah memenuhi kebutuhan protein. Ali Khomsan menegaskan bahwa makanan segar adalah sajian pangan yang paling sehat. Namun, bukan berarti membeli makanan instan itu buruk. Hal ini biasanya dilakukan oleh mereka yang sibuk, sehingga memilih makanan instan di toko.

”Makanan instan diproses dengan pengawet, namun pada umumnya bila makanan instan tersebut diproduksi oleh industri besar yang dipercaya, biasanya pengawet yang digunakan aman. Justru produksi industri rumahanlah yang menggunakan bahan pengawet yang kurang aman, sehingga makanan pun dicampur dengan formalin atau boraks yang tidak memenuhi syarat,” paparnya.

Selain makanan instan dapat mengurangi kadar protein, yang perlu Anda waspadai adalah proses pemasakan dengan menggunakan panas berlebih. Seperti yang digoreng, dibakar, direbus atau dikukus. Akan tetapi, lebih baik mengonsumsi makanan matang selama porsinya sesuai aturan daripada tersedia makanan mentah namun tidak termakan. Terkecuali bagi penderita kolesterol tinggi, ada baiknya mengonsumsi makanan yang direbus atau dikukus agar asupan lemaknya tidak terlalu tinggi.

Pilah-Pilih Pangan Protein

Lezat dan Sehat !
  • Putih telur ayam 0 mg koleterol
  • Susu sapi tanpa lemak 0 mg kolesterol
  • Daging ayam pilihan tanpa kulit 5 mg kolesterol
  • Daging bebek pilihan tanpa kulit 5 mg koleserol
  • Ikan sungai air tawar biasa 5,5 mg kolesterol
  • Daging sapi pilihan tanpa lemak 6 mg kolesterol
  • Daging kelinci 6,5 mg kolesterol
  • Daging kambmg tanpa Iemak 7 mg kolesterol
  • Ikan ekor kuning 8,5 mg kolesterol

Lezat Tapi Berbahaya !
  • Santan Kelapa 18,5 mg kolesterol
  • Susu sapi 25 mg kolesterol
  • Susu sapi full cream 28 mg kolesterol
  • Cokelat/kakao 29 mg kolesterol
  • Mentega 30 mg kolesterol
  • Jeroan sapi 38 mg kolesterol 
  • Kerang putih, tiram, 45 mg kolesterol
  • Telur ayam 50 mg kolesterol
  • Jeroan kambing 61 mg kolesterol


Thursday, December 20, 2012

Jerat Lemak Jahat Jantung Tetap Sehat


Ketika aneka makanan lezat tersaji dihadapan kita, kerap kita tak berpikir dua kali untuk menyantapnya. Padahal, tak semua makanan lezat itu pasti sehat. Apalagi jenis makanan yang kaya kandungan lemak jahat-kolesterol LDL (low density lipoprotein), seperti gajih, jeroan, mentega, dan santan. Nah karenanya, waspadailah jenis lemak tersebut agar tubuh kita tetap sehat!


Penyakit kardiovaskuler yang umum kita kenal sebagai penyakit jantung dan pembuluh darah’ tercatat sebagai faktor pembunuh nomor satu di dunia, termasuk di Indonesia yang mendapat perhatian luas. Para ahli di bidang gizi dan kesehatan pun sepakat untuk mencegah morbiditas dan mortalitas penyakit ini sedini mungkin.

Di Balik Kelezatan Lemak
Pepatah mengatakan “mencegah lebih baik daripada mengobati”. Ini seperti rambu yang mengingatkan kita untuk menata pola hidup sehat, termasuk selektif memilih makanan yang dikonsumsi sebagai tindakan pencegahan awal yang sebenarnya mudah dilakukan.

Mungkin ada di antara kita yang belum memahami benar jenis-jenis lemak yang kerap dijumpai pada aneka makanan lezat. Jika jenisnya saja tak kita kenali, apalagi dampaknya terhadap tubuh. Yuk, kenali lebih cermat!

  • Lemak Jahat

Jenis lemak ini tak lain lemak jenuh dan trans, seperti yang terdapat pada jeroan, gorengan atau makanan yang melalui proses penggorengan dengan minyak tak sehat, daging merah, juga pada kue cokelat. Hindari konsumsi jenis lemak ini karena dapat meningkatkan total kolesterol LDL yang memicu penumpukan plak di pembuluh darah, sehingga menimbulkan stroke dan penyakit jantung.

Tips: Jika Anda tak mampu menahan godaan menyantap aneka makanan di atas, batasi saja jumlahnya agar tidak melebihi 15 gram per hari.

  • Lemak Baik

Ini adalah jenis lemak sehat yang kaya akan lemak tak jenuh tunggal (kacang-kacangan, minyak zaitun, alpukat), lemak tak jenuh ganda omega 3 dan 6 (minyak jagung, minyak kedelai, ikan laut dalam, biji gandum utuh), serta sterol dan stanol nabati (buah, sayuran, kacang- kacangan, serealia). Jenis lemak yang satu ini mampu menurunkan kadar kolesterol LDL dalam tubuh dan meningkatkan kolesterol “baik” HDL.
Tips: Jadikan aneka makanan berlemak baik sebagai menu wajib harian Anda! 

Minyak Kedelai Pilihan Sehat
Salah satu faktor pemicu penyakit jantung adalah kebiasaan gaya hidup tak sehat, termasuk pilihan minyak yang digunakan dalam proses penyajian makanan. Mulai dari sekarang, singkirkan kebiasaan itu dan bersahabatlah dengan lemak nabati yang lebih aman dan sehat untuk dikonsumsi.

Pilihan cerdas dengan Happy Salad & Cooking Oil membantu Anda untuk mengurangi lemak jahat. Ini merupakan jenis minyak tumbuhan yang dibuat dari biji kedelai bermutu. Tepat digunakan untuk bumbu salad, menggoreng, maupun cara memasak yang lainnya, karena tetap memberi rasa dan aroma alami makanan.  (K)

Thursday, December 6, 2012

Atasi Penyempitan Pembuluh Darah Dengan Pasang Ring


Pemasangan Ring hanya perlu waktu 30-60 menit dan bisa dilakukan pada bayi.
Sebagai pembunuh nomor satu, penyakit jantung rupanya tak pandang bulu. Bukan hanya menyerang pada orang dewasa pria maupun wanita juga bisa menyerang bayi yang baru dilahirkan. Apa saja cara mengatasi serangan penyakit jantung dan bagaimana menghindari penyakit ini?

Penyakit jantung terutama koroner sangat berbahaya bahkan bisa mengancam jiwa jika tidak segera diantisipasi. Menurutnya dr Joeristanti S, SpJP dari Rumah Sakit Bunda dan Mitra Keluarga Cibubur penyakit jantung koroner masih menjadi pembunuh nomor satu di Indonesia juga dunia. Banyak orang yang meninggal akibat penyakit ini. Bahkan jika sudah sangat parah, Salah satu cara untuk mengantisipasinya adalah dengan memasang ring dalam pembuluh darah menuju jantung.

Menurut dr. Joeristanti penyakit jantung koroner terjadi akibat penyempitan dalam pembuluh darah menuju ke jantung. Penyempitan ini disebabkan oleh timbunan lemak dan radang sehingga timbul endapan yang disebut dengan plak. Semakin banyak plak yang menyumbat pembuluh darah sehingga terjadilah penyempitan, otomatis suplai oksigen atau aliran darah yang menuju jantung tersumbat sehingga akan timbul nyeri pada dada sebelah kiri seperti tertekan benda berat, terasa panas seperti terbakar hingga leher terasa seperti dicekik. Biasanya saat nyeri . berlangsung akan disertai keluar keringat dingin berlebihan membuat seperti orang mandi keringat. Yang lebih fatal penderita tidak sadarkan diri.

Pemasangan Ring.
Cara mengatasi atau mengencerkan endapan lemak atau plak, bisa dilakukan dengan memberikan obat-obatan secara teratur seperti obat pengencer darah atau obat anti kolesterol. Namun obat-obatan tersebut terus dikonsumsi seumur hidup. Cara lainnya adalah pemasangan ring. Namun pemasangan ring baru akan dilakukan jika terjadi 70% penyempitan.

Dr. Joeristanti mengatakan proses pemasangan ring tidak bisa sembarangan. Perlu dokter spesialis jantung untuk melakukan tindakan tersebut. Ring dari bahan metal yang bentuknya seperti payung itu perlu kehati-hatian dalam proses pemasangannya. Jika sudah digunakan ring tidak dapat diganti atau dicabut. Penggunaan ring tergantung dari penyempitan yang terjadi, jika penyempitannya panjang bisa dua ring yang dipasang.

Sebelum dokter melakukan pemasangan ring, diperlukan persiapan matang agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Pasien yang datang awalnya diwajibkan untuk melakukan pengecekan fungsi ginjal dan elektrolit kemudian dilanjutkan dengan penyuntikan anestesi di pangkal lengan atau pangkal paha dalam. Setelah itu dokter memasukkan selang kecil yang lentur yang disebut kateter menuju pembuluh darah yang tersumbat atau menyempit dalam jantung. Dokter memantau kateter dari monitor. Setelah ring terpasang kateter pertama dan kedua akan kembali di keluarkan.

Setelah kateter pertama membuka jalan dalam pembuluh darah yang tersumbat, maka akan dimasukkan kateter kedua yang ujungnya diberikan ring berbentuk payung. Ketika kateter sampai di pembuluh darah yang tersumbat maka ring yang berbentuk payung dikembangkan yang membuat pembuluh darah kembali melebar. Otomatis ring itu membeku dan menyatu dengan pembuluh darah. Jika sudah terpasang aliran darah dan oksigen yang tersumbat akan kembali normal. Untuk waktu pemasangan tergantung dari tingkat kesulitan kebuntuan endapan atau plak dalam pembuluh darah, rata-rata hanya diperlukan waktu 30 menit sampai satu jam.

Risiko.
Dalam melakukan proses pemasangan ring bukan tanpa risiko. Jika terjadi pendarahan hebat dan terjadi infeksi di lokasi pemasangan, dokter biasanya mengatasi dengan memberikan antibiotik sehingga pendarahan dan infeksi dapat dihentikan. Kejadian fatal di meja operasi yang mengancam keselamatan jiwa secara statistik kurang dari 0,1 persen, namun kondisi seperti ini dijelaskan pada pasien dan pihak keluarga dengan mempertimbangkan aspek keselamatan. Patut diketahui tidak menutup kemungkinan setelah pemasangan ring akan terjadi penyempitan ulang namun ini jarang terjadi, karena secara statistik tingkat keberhasilan sangat bagus.

Lebih lanjut dr. Joeristanti mengatakan tidak semua orang yang menderita penyakit jantung dapat dipasangkan ring. Di dalam jantung terdapat tiga pembuluh darah, satu di sebelah kanan dan dua di sebelah kiri dengan posisi depan dan belakang. Jika semuanya buntu akibat dari endapan atau plak, maka 100% tidak bisa dipasangkan ring alternatifnya adalah dengan melakukan operasi by pass.

Pencegahan.
Selain pemberian obat dan melakukan pemasangan ring atau operasi by pass pencegahan yang dapat dilakukan pasien adalah mengubah gaya hidup. Bagi yang merokok dianjurkan untuk berhenti secara total. Sedangkan yang memiliki tekanan darah, kadar kolesterol tinggi harus menjaga agar tetap stabil dan normal terakhir adalah menjaga aktivitas fisik yang harus terkontrol dengan benar.

Biasanya dokter menganjurkan kepada pasien untuk melakukan treadmill test atau rekam jantung. Dengan bantuan alat tersebut, pasien bisa melihat berapa kapasitas jantung dan paru-parunya. Olahraga secara teratur seperti jogging dan bersepeda 3 sampai 4 kali selama seminggu masing- masing 30 menit menjadi alternatif agar jantung kembali sehat.

“Selain itu pasien disarankan untuk tidak mengonsumsi makanan yang mengandung lemak tinggi bagi yang memiliki riwayat penyakit diabetes sebaiknya mengurangi makanan yang mengandung kadar karbohidrat atau gula tinggi,” tutur dr Joeristanti.

Bisa Menyerang Anak. Selain menyerang orang dewasa penyakit jantung juga bisa menyerang anak bahkan yang baru Iahir. Hal ini dikarenakan penyakit jantung karena bawaan lahir Menurut dr. Syarif Rohimi Sp.A (K), dokter spesialis anak dan konsultan jantung anak dari Rumah Sakit Anak dan Bunda (RSAB) Harapan Kita yang ditemui Femme (19/11), tindakan intervensi berupa pemasangan ring pada bayi yang baru lahir bisa dilakukan jika bayi tersebut mengidap penyakit jantung bawaan.

Penyakit jantung bawaan pada bayi biasanya terjadi dua sampai tiga hari setelah bayi itu lahir yang dinamakan Ductus arteriosus (DA). Hal ini karena bayi yang mulai bernafas, ductus arteriosus akan menutup, dengan demikian darah yang mengandung banyak oksigen harusnya mengalir ke paru-paru terhambat.

Ciri bayi memiliki penyakit jantung bawaan biasanya tubuh berwarna biru keunguan. Jika terjadi pada dua hingga tiga hari sejak kelahiran harus diwaspadai. Langkah yang dapat dilakukan pertama adalah dengan memberikan oksigen murni dalam tekanan tinggi. Jika biru pada bagian dada dan punggung menghilang, kemungkinan bukan karena penyakit jantung bawaan. Tapi jika tubuh bayi tetap biru kemungkinan bayi itu terkena penyakit jantung bawaan.

Gejala lainnya bisa dilihat jika di sekitar gusi dan di bawah lidah terjadi warna biru. Jika gejala semakin jelas, biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan ekokardiografy apakah ada kelainan pada jantung atau tidak. Sebagian besar penyakit jantung bawaan saat ini hanya bisa diobati dengan pemasangan ring pada ductus arteriosus. Hanya saja mengingat masih kecilnya bayi, maka pemasangan ring harus dilakukan secara hati-hati.
Sumber: Tabloid Femme 

Sunday, November 4, 2012

Makin Banyak Orang Muda Terkena Serangan Jantung. Kurangi Emosi Dan Stop Merokok.


Gaya hidup tak sehat dan kurangnya berolahraga memicu serangan jantung bagi mereka yang masih berusia muda. Bagaimana mendeteksi tanda-tanda penyakit jantung sejak dini? Bagaimana pula agar terhindar dari penyakit yang mematikan nomor satu di Indonesia ini? 


Penyakit jantung saat ini bukan hanya menyerang orang yang telah lanjut usia. Banyak orang yang masih berumur 30-40 tahun menderita penyakit jantung bahkan meninggal akibat serangan jantung secara mendadak. 

Menurut dr. Aulia Sani SpJp (K), FJCC, FIHA, spesialis penyakit jantung dan pembuluh darah dari Rumah Sakit Pusat Jantung Harapan Kita, penyakit jantung di usia muda sekarang ini sudah marak terjadi, usia 30- 40 tahun bisa saja terkena penyakit jantung bahkan serangan jantung mendadak. Penyakit jantung yang dikenal dengan nama arteriosklerosis bukanlah penyakit yang menyerang secara tiba-tiba atau mendadak, melainkan penyakit yang terjadi secara bertahap dan memerlukan proses lama, di mana terjadi penyumbatan pembuluh darah secara perlahan dan terus menerus dalam waktu lama.

Gejala. Gejala penyakit jantung ditandai dengan dada terasa berdebar-debar (palpitasi) hingga nyeri dada. Jika tidak digubris, tanda-tanda berikutnya bisa menyebabkan sakit di bagian dada sampai ke bagian belakang hingga bisa menyebabkan seorang hilang kesadarannya (pingsan) serta jantung berhenti mendadak yang dapat menyebabkan kematian. Kejadian seperti cardiac arrest (henti jantung) ini dapat menyerang mereka yang masih berusia di bawah 40 tahun. Mereka yang mendapat serangan jantung beberapa jam sebelumnya biasanya tampak sehat dan segar bugar.

Di tempat terpisah, dr. Okki Ramadian, SpPD spesialis penyakit dalam Rumah Sakit Mitra Keluarga Cibubur mengatakan, banyak orang berusia muda yang terserang penyakit jantung bahkan harus melalui operasi karena sudah terkena jantung koroner di mana katup jantung rusak sehingga harus diganti dengan katup jantung buatan. "6-15% penyakit jantung di Indonesia terjadi pada usia muda (35 tahun),"jelas dr. Okki.

Menurut dr. Okki, ada dua hal utama yang menjadi pemicu kelainan jantung. Pertama, kelainan otot jantung bawaan, kelainan struktur pembuluh darah, dan kelainan irama jantung. Kedua, akibat gaya hidup yang kurang sehat seperti obesitas, gangguan kolesterol, hipertensi dan ginjal kronik. “Kedua faktor inilah yang menjadi faktor utama dan kebanyakan terjadi di usia muda," tegas dr. Okki.

Pencegahan. Tiga hal yang harus diperhatikan agar terhindar dari penyakit jantung di usia muda. Kebiasaan merokok, kolesterol tinggi dan hipertensi (tekanan darah tinggi) merupakan tiga hal pemicu penyakit jantung. Ketiga hal tersebut tak lepas dari gaya hidup kurang sehat seperti sering mengonsumsi makanan berlemak dan mengandung kolesterol tinggi seperti makanan siap saji, stres karena pekerjaan hingga urusan rumah tangga, banyak pikiran, tekanan pekerjaan tinggi hingga kebiasaan merokok yang sulit dihentikan serta kurangnya berolahraga membuat seorang mudah terserang penyakit jantung. “Maka dari itu, kembali pada pola hidup sehat seperti makan makanan yang sehat, hindari rokok, kendalikan emosi agar tidak mudah stres hingga rutin berolahraga,” saran dr. Aulia Sani.

Hal senada juga disampaikan dr. Okki, jika kurang bergerak (jalan kaki dan berolahraga ringan) membuat sistem metabolisme dalam tubuh melambat yang membuat sirkulasi kurang lancar yang menyebabkan penyumbatan di pembuluh darah. Jika dibiarkan dan berkelanjutan hal ini menyebabkan penyakit jantung di usia muda.

Sementara itu untuk mengatasi serangan jantung mendadak, menurut dr. Aulia Sani, langkah pertama yang harus dilakukan adalah membawa pasien secepatnya ke rumah sakit yang memiliki peralatan pacu jantung. Pasalnya tak ada cara lain yang dapat dilakukan untuk menyelamatkan nyawa seorang yang terkena serangan jantung. Jika seorang tak merespons alat pacu jantung akan diberikan obat penghancur sumbatan di pembuluh darah dan langkah terakhir adalah pemasangan ring di pembuluh darah yang tersumbat.